Wellcome To My Blog

HIDUP INI INDAH ANDAI KAU TAHU JALAN MANA YANG BENAR

18 Februari 2011

AKU MERASA KEHILANGAN SEMUANYA

Lebaran idul fitri kemarin (2010), bagiku hanya menyisakan luka. Runtutan peristiwa yang terjadi memaksa menghadapkan aku pada sebuah pengertian akan makna kehilangan. Dimulai dari oleh-oleh berupa mukena, kado special yang sengaja aku beli untuk ibu tercinta. Benda yang sengaja aku bawa untuk oleh-oleh lebaran, sirna begitu saja sebelum sampe pada yang empunya. Belum sembuh luka akan kehilangan mukena, aku harus kehilangan hanphone yg cukup menyimpan banyak kenangan juga. Hanphone itu begitu berarti, karena itulah hape pertama yang aku beli, yang sudah bisa menggunakan fasilitas kamera. Aku beli saat audit pt pusri di Palembang.

Sesampainya di rumah, selain badan yang terasa lemas, mata juga sudah pering, ingin rasanya aku tidur, dan balas dendam, akibat kurang tidur diperjalanan. Tapi karena ada permintaan dari dia untuk langsung menemuinya, aku paksakan untuk datang menemui kekasih hati, yang memang, tempat kerjanya tidak jauh dari rumahku. Dan aku tak menyangka, kalau ternyata itupun akan jadi pertemuanku terakhir dengannya. Karena akhirnya kisah cinta ini pun harus kandas. Perpisahan itu sampai sekarang hanya menyisakan luka. Impian aku, untuk membina keluarga bahagia bersamanya, kandas begitu saja. Itu artinya, aku kehilangan seseorang yang selama ini menghiasi dan menemani hari-hariku. Jadi dikalkulasikan secara matematis, itu artinya dalam satu rangkaian peristiwa, aku kehilangan tiga hal yang penting saat lebaran kemarin.

Kehilangan ataupun perpisahan, apapun ceritanya dan bagaimanapun kondisinya, selalu menyisakan luka. Masih ingat betul, bagaimana luka itu sempat mengoyak hati begitu dalam. Saat aku harus dihadapkan takdir, untuk kehilangan Ayah yang selama ini jadi panutan. Tak mudah untuk membiasakan diri, hidup tanpa bimbingan dan arahan dari seorang Ayah. Sampai pada akhirnya, aku dipaksa untuk membiasakan diri, bergantung pada kekuatan diri. Proses itupun tak mudah, bahkan sampai sekarang pun, saat dimana sudah 6 tahun lamanya alm. meninggalkanku, adakalanya aku mengharapkan keajaiban itu tiba, sosok alm hadir kembali, dan menjadi tameng dan pembela terdepan saat aku merasa lemah dan kalah.

Sekarang, saat usiaku sudah cukup matang untuk ke menuju ke pelaminan. Ada perasaan gamang di hati. Tak tahu kenapa, hati ini kok rasanya belum iklas dengan perpisahan kemarin. Rasanya hanya dia satu2nya wanita yang bisa buat hati ini bahagia. Hanya dia satu2nya wanita yang sesuai dengan kriteria. Walaupun kadang, aku sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa antara kita sudah banyak perbedaan. Rasanya, kalau kisah cinta ini dilanjutkan, yang ada hanya cerita duka. Perbedaan keluarga, jarak, dan seabrek perbedaan yang lain. Rasanya cukup sulit untuk dicari solusi dari semua masalah itu. Tapi entah kenapa, alam bawah sadar ini selalu dia, dia dan dia yang terpikirkan. Mungkin karena belum adanya orang baru masuk, yang bisa memikat hati atau karena alam bawah sadar itu yang menyimpan begitu hebatnya memori. Sampai-sampai aku masih disandera oleh perasaan tak mau kehilangan.

Tuhan….aku tahu kalau aku memang sering mengabaikan perintahmu. Walaupun bukan niatku untuk menyengajakan itu. Atau bukan pula karena aku sudah tak memuja-Mu. Tapi untuk kali ini, tolong bantu aku. Sembuhkan aku dari perasaan ini. Hidupku harus lebih besar dari ini. Aku tak mau hal kecil ini bisa mengganggu cita-citaku yang besar. Jangan biarkan ini menghalangi aku untuk mendapatkan hal-hal besar yang mungkin kelak akan aku dapatkan…..Tuhan beri aku kekuatan…beri aku kekuatan untuk melupakannya….klo memang dia jodohku…..dekatkan kembali aku dengannya….tapi klo memang bukan, jangan biarkan aku tersiksa dengan perasaan ini terus menerus….

01 Januari 2011

Depok - Pekanbaru

Untuk kesekian kalinya aku harus menjalani peristiwa-peristiwa penting yang aku jalani dalam hidup. Tepatnya dalam karir, per tanggal 3 Januari, aku ditugaskan kantor pindah ke cabang Pekanbaru.

Banyak perasaan bercampuradukan yang saat ini dirasakan. Senang pasti, karena aku pindah dipromosikan, itu artinya, kalau dalam permainan aku sedang naik level. Cemas juga menghinggapi rasa ini. mengingat butanya medan yang akan dihadapi nantinya. Sedih ikut juga menyertai kepergian, jauh dari keluarga, teman dan saudara yang selama ini menemani hari-hariku.

Aku tak tahu, angin apa yang menyebabkan aku bisa sampai kota itu. Mungkin perasaan sendiri akan aku rasakan sesaat sampai disana. Sama seperti dulu aku rasakan saat memulai singgah di tempat baru.

Semoga adaptasiku tak berlangsung lama. Dan aku bisa cepat klik dengan smuanya disana. Entah aku titipka kepada siapa rasa rindu ini...Semoga ini jalan yang tepat, untuk aku menuju kesuksesan....Amien...

13 November 2010

Hatiku Remuk Redam

Berbagai kejadian yang menimpaku akhir-akhir ini membuat aku kalang kabut. Beban kesibukan kerja yang selama ini menemaniku tiap hari, kini harus ditambah dengan beban yang lain yang menimpa aku dan keluarga.

Bermula dari berakhirnya hubungan asmaraku dengan wanita yang selama ini aku gadang-gadangkan akan menjadi pelabuhan terakhirku. Rasa itu terlalu dalam tertanam, sampai aku tersadarkan bahwa aku mungkin tak cukup pantas untuk bersamanya, setelah smua yang aku lakukan kepadanya.

Belum lagi masalah itu reda, aku harus dihadapkan kenyataan pahit yang menimpa keluargaku. Keputusan Ibu untuk menikah lagi sontak membuatku kaget. Aku pikir, selama ini, tidak ada figur lain yang bisa menggantikan sosok Alm Apa (bapak) di hatinya. Tapi mungkin kesusahan dan kesendirian yang sudah menahun berkata lain, dan menjadi stimulus yang ampuh untuk melahirkan keputusan itu muncul.

Sebenarnya kalau hanya keputusan menikah itu sih aku bisa menerimanya, karena aku sadar sesadar-sadarnya klo ibu tidak bisa sendiri untuk melanjutkan hidup. Karena suatu saat nanti aku, anaknya ini pasti akan meningggalkannya untuk membentuk kehidupan yang baru, begitu juga dengan ade-ku, suatu saat nanti pasti dia dipinang oleh lelaki yang akan membawanya ke sebuah keluarga baru juga. Yang tertinggal hanya ibu sendiri, tentu sebagai anak pun aku tidak ingin menyaksikan ibu menua bersama kesendirian dan kesedihannya. Harus ada orang yang disampingnya, yang bisa menjaganya dan melindunginya dari segala mara bahaya.

Tak salah jika keputusan itu hadir di saat-saat sekarang, saat dimana anak-anaknya sudah beranjak dewasa. Aku sebagai anak lelaki, sudah mulai bisa menapaki dan menjalani karir dalam kerjaan. Serta ade-ku yang sudah menginjak usia dewasa, sudah mengenal arti cinta, dan tak bisa dianggap belia. Maka keputusan itu aku pikir sangat rasional dan masuk akal, serta bisa diterima oleh siapapun.

Masalahnya, orang yang jadi pilihan yang ibu yang kurang sreg bagi kami. Tidak hanya buatku, sebagai anaknya, yang kelak harus memanggil bapak kepadanya. Tapi juga keluarga besar yang hampir smuanya tidak menyetujui. Bukan karena materi atau harta yang jadi ukuran, tapi ada satu hal yang tidak bisa aku ceritakan disini, yang membuat siapapun akan berat untuk menerimanya.

Aku tidak tahu, apakah kerasnya penolakanku terhadap rencananya, bisa dianggap benar. Niat aku hanya ingin mengingatkan kepada ibu, bahwa kali ini tindakannya tidak tepat. Selama ini aku diajarkan kebaikan dan kebajikan hidup oleh ibu. Nilai-nilai yang selama ini aku anut dan diamalkan pun tidak jauh dari wejangan ibu. Rasanya nasehat itu tak henti-hentinya meluncur dari mulut ibu, yang mengajari kami tentang nilai kebaikan dalam hidup.

Sekarang, ketika anakmu ini brontak, bukan berarti aku melawan dan membangkan dengan smua keputusanmu. Dan sama sekali tak ada niat sedikitpun untuk durhaka padamu. Aku hanya mengingatkan, tentang semua ajaran kebaikan yang telah ibu tanamkan, dan rasanya apa yang telah ibu putuskan, jauh dari nilai-nilai wejangan yang selama ini ibu ajarkan kepada kami.

Ibu mengajarkan kami untuk menjaga sikap, berbuat baik ke semua orang, tidak menyakiti orang dan pintar merasa, bukan merasa pintar. Sikap empati terhadap kesusahan orang, dan bersyukur terhadap smua yang sudah kita dapatkan, tanpa pernah berpikir klo rumput tetangga lebih hijau. Rasanya wejangan itu masih terngiang keras ditelinga dan telah tersimpan rapat di hati ini.

So..sekarang aku pasrah...sebagai anak, aku lakukan semampuku. Apapun keputusannya, ibu akan tetap menjadi ibuku. Wanita yang telah melahirkanku ke dunia. Wanita yang aku puja bagai dewa. Wanita yang menjadi alasanku, kenapa aku tetap smangat menjalani hidup, semenjak kepergian ayah. Aku hanya berharap, akan ada sedikit tersisa ruang dihati dan pikiranmu, sehingga ibu bisa berpikir dengan jernih bahwa keputusan itu completely wrong mam....

18 September 2010

MIMPIKU TERTUNDA SETAHUN LAGI

Sore itu sengaja aku pulang cepat dari kantor, jam dinding masih menunjukan pukul 3 sore, saat dimana biasanya aku masih sibuk dengan rutinitas kerjaanku sehari-hari. Sedikit aga tergesa aku pacu kendaraan roda duaku, agar cepat sampe ke kosan. Saat itu memang hari terakhir aku kerja, sebelum liburan lebaran tiba. Banyak perasaan berkecamuk saat itu. Ada rasa senang, bahagia dan antusias karena akan pulang mudik lebaran dan bertemu dengan keluarga dan saudara di kampong. Ada juga perasaan malas, bila ingat perjalanan yang akan ditempuh.

Sebelum keberangkatan menuju pangkalan travel yang biasa digunakan, aku cek dulu semua barang2 yang akan aku bawa pulang. Dari mulai baju, celana, laptop, buku dll, semua aku cek satu persatu. Tak ketinggalan pula terselip oleh2 yang special buat ibuku tercinta. Sebuah mukena cantik yang sengaja aku beli dari Pasar tanah Abang. Mukena yang akan jadi oleh2 teristimewa, karena selain ibu memang menginginkannya, untuk sebuah oleh2 barang itu sangat bermanfaat, begitu pikirku saat itu.

Dalam perjanan yang dibumbui dengan kemacetan khas mudik lebaran. Sulit bagiku untuk memejamkan mata barang sebentar saja. Sambil sesekali aku menolehkan muka ke plastik hitam berisi mukena, sengaja aku tidak masukan ke dalam tas, karena selain sudah tidak muat, aku inginkan mukena itu barang yang langsung aku tunjukan saat sampai di rumah nanti.

Sekitar jam 5.30 pagi, mobil yang membawa rombonganku pulang sudah sampe di tanjung (red : daerah brebes yang berbatasan dengan losari). Karena ada kelainan pada mobil, akhirnya rombongan rehat dulu, sambil menunggu mobil diperbaiki. Dua jam waktu berlalu, mobil itu tak menunjukan tanda-tanda akan berangkat. Dengan perasaan yang sedikit kesal, akhirnya aku putuskan untuk naik ojeg saja, pikirku biar cepat sampai ke rumah. Tak sulit buatku mendapatkan tukang ojeg, karena begitu aku turun pun mereka sudah menghampiriku, seperti semut yang menghampiri gulanya…he3…

Perjalanan menuju rumah, aku tempuh dengan naik ojeg, disepanjang perjalanan aku isi dengan percakapan dengan Tukang ojegnya, sembari menikmati segarnya udara dan hijaunya pohon di sepanjang jalan. Perjalanan itu begitu aku nikmati, sampai akhirnya perasaan itu terhenti saat Tukang Ojeg itu menanyakan ada berapa plastik yang menggantung disamping motornya. Aku jawab ada dua, yang satu berisi mukena dan satunya lagi berisi makanan. Dan betapa kagetnya aku ketika mengetahui kenyataan bahwa plastik yang menggantung di motor itu tinggal satu, dan yang tersisa hanya plastik yang berisi makanan…..

Seketika itu perasaanku sudah mulai gundah, saat dimana aku menyadari kalau mukena, oleh2 yang sengaja aku bawa ternyata telah tiada. Ada perasaan hampa dan malas untuk melanjutkan sisa perjalanan, aku begitu kesalnya, cuma bingung mau aku tumpahkan ke siapa rasa kesal itu. Menyalahkan tukang ojeg pun jelas tak ada gunanya, karena belum tentu barang itu akan kembali lagi.

Sesampainya di rumah, aku cium tangan ibuku, lalu terdiam dan termangu….Belum lagi sempat ibu bertanya, aku sudah langsung minta maaf dan bercerita kalau mukena yang aku bawa itu jatuh dalam perjalanan pulang. Saat itu ibu hanya bisa berkata, ‘ya sudahlah, yang penting kamu selamat”. Namun perkataan itu seperti itu tetap saja belum melegakan hatiku.

Kekecewaan itu semakin memuncak saat hari raya tiba, dalam hati, jujur tak kuasa aku menahan haru, mendapati kenyataan kalau kalau mukena itu telah hilang. Aku melihat layu pada ibuku yang memakai mukena lamanya untuk sholat dihari raya. Saat itu aku bergumam lirih dalah hati…Ya Tuhan..mimpiku tertunda setahun lagi…..

09 Juli 2010

Waktu Semakin Dekat

Tidak terasa sudah hampir 3 tahun aku berada di Jakarta untuk mengadu nasib. Bukan waktu yang sebentar tentunya. Banyak pengalaman dan hal yang telah aku lalui semala disini. Aku menjadi semakin terbuka dengan kehidupan, dan aku merasa inilah hidupku yang sebenarnya.

Di waktu-ku yang sudah tidak muda lagi (untuk ukuran bujangan di kampung), aku merasa digesa-gesa oleh waktu. Sudah 3 tahun setelah aku lulus kuliah, aku masih belum bisa memberi banyak buat keluarga-ku. Janjiku untuk bisa membuat ibu mandiri dengan bisa menyekolahkan sendiri ternyata belum tercapai. Mereka masih sangat tergantung dan membutuhkan aku.


Di satu sisi aku senang dengan peran yang aku mainkan, tapi sisi yang lain aku merasa berdosa kalau sampai nanti pada saat waktunya, aku masih belum mampu untuk bisa membuat mereka mandiri. Itu aku lakukan bukannya untuk menghindar dari tanggung jawab untuk membantu mereka. Bahwa selama ini aku bisa sedikit membantu mereka dari segi ekonomi aku sangat bersyukur, tapi aku akan lebih bangga lagi bila bisa membuat mereka mandiri, dan bisa melanjutkan kehidupan ini.


Apalagi aku ingin juga seperti orang lain, untuk bisa membina keluarga dengan wanita yang kelak nanti akan aku jadikan istri. Dan aku akan jadi kepala keluarga dan menahkodai untuk mengarungi lautan kehidupan.....Semoga sampai waktunya aku bisa....Amien

15 Mei 2010

HARGANYA MAHAL


Manusia memang aneh ya….ya memang aneh, rasa itu pula yang aku alami sekarang. Dulu aku sangat menginginkan sekali posisi yang aku lakukan sekarang. Ternyata setelah aku berada di posisi yang persis aku inginkan, rasanya tidak seperti yang aku bayangkan. Pengalaman ini aku rasakan ketika aku menjadi seorang auditor, sebagai auditor di KAP kecil, penghasilanku tidak cukup untuk membeli apa yang aku inginkan. Makanya waktu itu ketika lihat seorang sales motor (di leasing) aku merasa iri sama mereka. Iri karena aku yakin penghasilan mereka bertambah besar berdasarkan seberapa besar mereka bisa menjual. Dan semua orang tau bagaimana penjualan sepeda motor begitu menggilanya.


Sekarang setelah aku berada diposisi yang hampir sama (di mobil) ternyata aku merasa tidak semua yang aku bayangkan waktu itu bisa terlaksana. Aku sih sebenernya cukup enjoy dengan pekerjaan ini, dimana aku diharuskan bertemu dan berinteraksi sama banyak orang. Aku juga bisa mengenal banyak karakter orang dengan berbagai macam jenis pekerjaannya. Aku senang bisa mengenal mereka,….


Cuma ada hal juga yang bikin aku kesel, hal itu bila ketemu customer yang agak rese, mereka maunya menang sendiri, tidak mau salah dan nyusahin. Kenapa ya ko berat banget ngadepi orang kaya gitu, ya walaupun aku sadar bahwa mereka yang akan membesarkan.


Seperti sekarang salah satu customer yang aku hadapi, dari awal perasaanku sudah tidak enak dengan dia, sombong dan ga familiar….mentang2 mau dibeliin mobil sama perusahaan tempat istrinya bekerja, dia semena-mena pada saat di survey….mau buru2 aj mobil datang…giliran udah selesai..eh masalah datang…dia serta merta aj mau mengubah isi kontraknya..emang perusahaan ini milik dia apa….dasar….Aku ga tau bagaimana ini kelanjutannya, aku berharap ada solusi terbaik untuk masalah ini…

27 Februari 2010

Tuhan aku takut….


Tuhan..kenapa engkau menempatkan aku diposisi yang sulit…..aku merasa kenapa harus aku?? Kenapa tidak orang lain saja…? Tuhan kan tahu, aku sudah diberi beban yang cukup berat saat ini. Membantu ibu untuk memperbaiki perekonomian keluarga…memberi uang sekolah buat ade-ku…..kenapa engkau memberi beban yang lebih berat lagi…..dalam kerjaan, aku diberi posisi yang lebih berat dari sebelumnya….kenapa harus aku Tuhan…apa aku memang sudah dianggap mampu????

Kenapa tidak orang lain??? Kalau memang aku dianggap mampu…berikanlah aku sedikit kemampuan untuk bisa memikul beban yang besar ini….Tuhan jangan buat aku menderita lagi…aku juga tidak akan cengeng..aq mau ko bekerja keras..tapi tolong berikan aku kemudahan…berikan aku kekuatan mental yang extra untuk bisa menghadapi penolakan2 yang datang…..berikan aku mental yang super……

Terakhir…kalau memang ini jalanku…luruskanlah….mudahkanlah…..lapangkanlah…..tapi kalau bukan…cepat-cepat engkau selamatkan aku dari sini…..jauhkan aku dari jalan kesulitan ini…..semoga kegundahanku didengar……




21 Januari 2010

Ceu Ko Tega Siy????

Dulu kita pernah merasa susah bareng, dulu kita pernah menangis bersama, dulu juga kita pernah punya tekad yang satu, tekad untuk saling membantu dan membahagiakan keluarga kita. Dulu ceu2 baik sekali, aku inget betul berapa seringnya aku dikasih uang pas masih smp, klo pas kita ketemu di jalan. Aku juga masih inget betul saat ceu2 memberi ucapan ultah ku yang ke 16. Ceu2 pun slalu ada klo aq lagi sedih…ketika aku putus asa…bahkan ketika aku putus cinta….

Aku pun ikut senang sekali ketika ceu2 waktu itu sudah lulus kuliah, ah..aku pikir inilah saatnya ceu2 membantu orang-orang yg selama ini menyayangi..Karena itu, aku semangat sekali datang ke Tegal…Bersama ka Toto, aku pacu motor ku dengan kencang, karena aku ingin menyaksikan masa-masa ceu2 bahagia. Aku terharu sekali kala itu, menyaksikan ceu2 menggunakan toga, aku tidak bisa membayangkan bagaimana bahagianya klo alm. Apa ada disitu. Dialah orang yang paling ingin melihat ceu2 bisa berhasil, makanya dia berusaha keras untuk bisa bantu ceu2…..Ah udah lah…itu tidak penting, membicarakan kebaikan pada org yang sudah tidak ada….klo itu diungkit-ungkit, salah-salah itu bisa mengurangi pahala dia….

Pada perkembangan aku pun sangat bahagia, ketika menyaksikan ceu2 sudah mulai mapan secara ekonomi, aku berharap mimpi alm. agar ceu2 bisa menjadi kenyataan. Tidak jarang aku sering membangga-banggakan ceu2 di depan orang-orang. Mungkin tidak hanya aku saja yang bangga, aku yakin keluarga besar kita pun pasti bangga… Bahkan lihat sekarang, ceu2 sudah jadi bidan yang mapan dan sudah punya mobil lagi….wah betapa bangganya aku…

Tapi kenapa ceu…saat ceu2 sudah posisi itu, jujur aku merasa, ceu2 ko bukan seperti yang dulu aku kenal…Kemapanan ceu2 sekarang seolah membutakan mata hati ceu2 untuk peduli terhadap saudara yang lagi susah…Seolah ingin balas dendam dengan kesusahan dulu, sehingga ceu2 sekarang antipati dengan kesusahan yang orang lain rasakan.

Jujur aku kecewa dengan sikap itu…..rasa senasib sepenanggungan yang dulu kita pegang itu..seolah sirna sekarang….Tak ada bekasnya…..Percuma air mata itu….Percuma kesedihan itu dulu…Percuma janji itu…..Ceu terlalu mudah untuk berjanji….memberi angin surga,… Kini aku sadar, bahwa beban hidupku semakin berat….dan itu harus aku pikul sendiri….Tak ada lagi orang untuk berbagi….Tapi hidup harus terus berjalan….biar kesusahan itu aku pikul sendiri….Aku pun yakin, hidup aku dan sekeluarga, langsung dibawah bimbingan Tuhan….Sembari berharap ceu2 akan sadar….dan kembali mengingat mimpi-mimpi indah kita dulu…..Karena kamilah tempat untuk kembali..saat engkau merasa susah nanti…ya itulah keluarga…..tempat untuk berbagi dan tempat untuk kembali…dari segala kesedihan…Kembalilah….

05 Desember 2009

Inilah Jalanku

Sudah hampir 4 bulan aku mengikuti program management trainee di salah satu perusahaan pembiayaan bank di Jakarta. Sejauh ini aku merasa cukup nyaman dengan program ini. Walaupun dalam proses belajarada tuntutan yang harus dipenuhi, nilai hasil ujianku ditarget harus di atas 7,00. Pertama aku denger itu cukup kaget juga, karena aku pikir bukan perkara mudah untuk dapat nilai segitu, harus berusaha dengan keras. Bayangan ketakutan bila gagal mencapai target nilai itu., jelas dikeluarkan dari program. Tetapi ternyata gambaran kesulitanku itu hanya dalam benak pikiran saja, setelah dijalani ternyata tidak terlalu susah juga, walaupun ga bisa diremehkan juga untuk mencapai nilai itu.

Dalam waktu yang terus berjalan, insa Allah kalau semuanya lancar, tinggal 2 bulan lagi aku lulus program itu. Aku sendiri berharap bisa lancar menghadapi masa sisa itu, sehingga aku bisa lebih cepat mencapai masa depanku. Karena banyak hal impian yang ingin aku gapai. Aku sih berharap, dengan aku ikut program ini, akan bisa dijadikan kendaraan aku menuju kesuksesan. Walaupun tentu jalannya akan semakin terjal dan berliku, tapi sampai disini aku sendiri berharap akan terus punya api semangat untuk bisa terus berjuang dalam mencapai apa yang diinginkan.

Memang sih bagi sebagian orang, jalan yang aku ambil ini terkesan aneh. Bahagaimana tidak, secara backround pendidikanku adalah accounting, kemuadian aku juga pernah kerja di KAP (kantor akuntan publik) yang secara kerjaan memang macth dengan jurusan studi-ku. Tetapi ternyata sekarang aku banting setir di dunia marketing. Dunia yang belum cukup aku pahami betul tapi sangat menarik buat aku dalami dan secara pribadi aku tertantang untuk bisa sukses juga di dunia ini.

Tentu aku berharap bisa sukses di bidangku yang baru. Aku yakin banyak hal yang akan aku alami dan dapatkan. Menempatkan diri untuk berada dalam tekanan, semoga bisa membentuk aku menjadi pribadi yang kuat dan bermental baja. Dunia marketing ga jauh dari target. Semoga target itu bisa terus mamacu aku untuk melakukan perbaharuan diri dengan seantiasa belajar terhadap apapun yang aku hadapi...So tujuan sudah aku tentukan..jalan sudah aku pilih..sekarang tinggal semangat dalam melangkah......good luck Guntur!!!

26 September 2009

Mudik Yang Menyenangkan

Selalu ada cerita menarik saat aku mudik ke rumah. Cerita menarik itu terulang lagi kemarin. Sengaja aku berangkat malam jumat, karena memang hari kamisnya aku masih masuk kantor, aku paksakan untuk pulang malam itu, karena aku berpikir, perjalanan satu malam sudah cukup mengantarkan aku ke tempat yang aku tujuan (brebes : red).

Malam itu aku berangkat menuju Jatipadang (tempat mangkalnya mobil dari desa cipajang), untung sebelumnya aku sudah pesan tempat agar bisa pulang malam itu. Singkat cerita, malam itu aku berangkat naik mobil cary berpenumpang 14 orang (padahal normalnya cuma 7 orang). Untuk soal ini aku memang tidak terlalu heran, karena prakteknya memang sudah seperti itu. Membawa penumpang untuk mudik, tak ubahnya seperti membawa barang, yang dengan mudah bisa ditata sedrmikian rupa.

Rupanya keberuntungan tidak sedang bersamaku malam itu, indikasinya bisa dilihat dari macetnya jalur yang aku lalui, sampai akhirnya, mobil yang aku tumpangi dialihkan jalurnya. Perubahan jalur ini jelas sangat merugikan bagi kami, karena jarak yang ditempuh semakin panjang, itu artinya semakin lama pula aku merasakan "siksaan" karena berada dalam mobil yang penuh sesak. Catatan waktu yang fantastis yaitu Lima belas jam waktu yang aku habiskan di mobil untuk sampai ke kampung halamanku (Normalnya cuma 7 jam).

Sesampainya dirumah, hanya rasa lelah yang aku rasakan, walaupun perasaan itu sedikit terobati karena aku sudah berada di rumah dan bisa bertemu keluarga. Tidak ada oleh-oleh yang aku bawa pulang, itu sengaja aku lakukan, karena aku sudah sangat PD dengan uang gepokan 2000 an (pecahan baru), yang sengaja aku tukar buat aku bagi-bagikan pada tetanggaku (terutama yang punya anak kecil).

Selama mudik, banyak kegiatan yang aku lakukan, saat baru datang saja, aku sudah mengumpulkan teman-temanku untuk acara reuni smp. Walaupun cukup lelah, tapi dengan semangat aku memimpin rapat untuk kegiatan reuni nanti. Selain reuni smp, ada juga acara makan bersama komunitas maya dari fesbuk, untuk kedua kalinya bertemu, tapi kali ini diadakan didaerah asal (banjarharjo). Dua kegiatan itu aku didaulat menjadi ketua panitia, buatku siy ga masalah toh pada akhirnya aku yakin banyak teman-temanku yang membantu kelancaran acara tersebut.

Jejak langkahku untuk mengkordinir teman2 dalam membuat kegiatan ternyata diikuti oleh ade ku, tidak mau kalah sama kakanya, ternyata dia juga piawai dalam mengumpulkan masa. Dia juga mengkordinir teman SD nya untuk acara reuni di Pemancingan Cibeureum. Kalo soal kemampuan itu aku sih aku ga heran, karena darah itu mengalir dari alm. Bapak. Semasa hidupnya dia sering menjadi ketua di berbagai acara dan organisasi yang diikutinya.....Karena itulah mungkin ibu sedikit mengomel, dia bilang anaknya pada sibuk ngumpulin orang terus, sehingga jarang berada di rumah....he3..maafkan aku ya ibu....

Walaupun lebaran kali ini tergolong sangat singkat (liburnya), tapi bagiku, lebaran ini punya kesan yang mendalam. Tidak hanya aku bisa bertemu keluargaku, tapi aku juga bisa bertemu teman lama dan saudara yang sudah lama tidak bertemu....Semoga lebaran nanti aku bisa pulang dengan kepala lebih tegak, karena aku bisa berhasil sukses di negeri orang...Amien....

17 Agustus 2009

Hidup Memang Untuk Memilih

Pengalaman ini aku peroleh ketika satu bulan yang lalu mengikuti ujian seleksi masuk pegawai disalah satu perusahaan di Jakarta. Prosesnya cukup singkat hanya memakan waktu hampir satu minggu saja, aku sudah bisa diterima jadi karyawan perusahaan tersebut.

Hal yang unik waktu itu karena saat aku baru menandatangani kontrak kerja, ada suara yang datang dari handphone-ku. Ketika aku angkat, cukup kaget juga saat dia memperkenalkan namanya. Ternyata dia mewakili perusahaan yang pernah aku daftar sebelumnya untuk memberi tahu aku bahwa aku juga diterima di perusahaan tempat ia bekerja.

Saat itu campur aduk perasaanku, aku bahagia karena brarti aku berhasil melewati rangkaian tesnya. Tapi aku kecewa juga karena pemberitahuannya ternyata terlambat. Padahal waktu itu mereka bilang akan mengabariku dalam waktu 2 minggu bila aku diterima nanti. Jadi ketika sampai 2 minggu tidak ada panggilan, aku sudah berpikir kalau aku memang tidak masuk kualifikasi, sehingga akhirnya aku ujian di tempat lain.

Tidak mudah aku mengambil putusan itu, tapi akhirnya aku putuskan untuk tetap melanjutkan gabung dengan perusahaan baru ini, sambil meminta maaf ke perusahaan sebelumnya karena aku tidak bisa menghadiri undangannya. Aku bulatkan untuk ambil resiko apapun konsekuensinya nanti. Aku ingat betul ada ucapan yang mengatakan " kualitas seseorang ditentukan oleh pilihan-pilihannya dalam hidup", Aku berharap pilihan yang aku ambil dalam hidup sekarang ini akan menentukan kualitasku kelak untuk bisa menjadi manusia sukses....Semoga pilihanku kali ini benar....

30 Juli 2009

Terima Kasih Tuhan

Aku ga tau perasaan yang berkecamuk di hatiku sekarang. Aku merasakan ada perasaan yang bahagia amat tak terkira atas anugerah ini. Ada perasaan mengharu biru didadaku. Terima kasih Tuhan, semoga ini jalan yang Engkau berikan untuk aku bisa membahagiakan seluruh orang yang aku cintai.

Aku tau bahwa ini bukan akhir dari segalanya, karena semuanya baru akan dimulai. disini Aku akan menemui duniaku yang baru (dunia yang aku idam-idamkan sebelumnya), dunia yang 2 tahun kemarin aku sempat terlantarkan. Karena mulai senin depan aku akan berkarir di dunia marketing, ini tentu agak berbeda dengan dunia kerjaku sebelumnya yaitu akunting. Tapi aku sangat yakin dan tentunya disertai harapan yang sangat besar kalau aku bisa berprestasi di tempat baru ini. Dan tentu pula aku berharap banyak ilmu yang akan aku dapatkan disana.

Tentu tujuan akhirnya adalah, apa yang aku peroleh ini bisa ditularkan dan bisa dibagikan kepada banyak orang. Aku pengin menjadi inspirasi bagi banyak orang,…paling tidak orang-orang terdekat aku. Semoga juga ini bisa menjadi jawaban atas doa-doa ibuku selama ini, sebuah doa yang berharap anaknya mendapatkan yang terbaik dalam segala hal. Dan semoga pula dia bisa bangga dengan pencapaianku ini, tanpa harus bersombong dengan apa yang sudah didapatkan . Serta semoga ini bisa membuat dia semangat lagi dalam melanjutkan hidup kedepan, setelah sebelumnya terpuruk karena ditinggal oleh seorang suami.

Benar kalau orang bijak bilang bahwa, bila kita ada keinginan, pasti ada jalan. Dan kadang Tuhan memberi jalan dari tempat yang tak pernah disangka-sangka oleh kita. Asal kita mau berusaha pasti selalu ada jalan, dan pasti diberi yang terbaik. Waaupun kadang kita diuji untuk sedikit bersabar untuk mendapatkannya. Tapi aku tetap berharap semoga ini tetap membuatku mawas diri dan tidak terlena oleh keberhasilan ini. Karena di depan akan ada jalan lurus membentang yang harus aku hadapi….Aku berharap aku bisa…..Semoga….Terima Kasih Tuhan….