Wellcome To My Blog

HIDUP INI INDAH ANDAI KAU TAHU JALAN MANA YANG BENAR

31 Desember 2008

Akh...Sudah Tahun Baru Lagi...



Tidak terasa memang...waktu seakan berjalan begitu cepat..sehingga pada akhirnya kita sudah sampai di tahun 2009. Tentu banyak harapan dan asa yang mulai disemai lagi, ada mimpi yg coba diwujudkan, ada angan-angan yang coba direalisasikan. Tentunya bermodalkan semangat baru dan jiwa yang baru juga.
Aku memaknai tahun baru sebagai awalan atau garis start yang harus kita jalani. Ibarat sebuah perlombaan lari jarak 100 meter, tahap awal merupakan yang cukup menentukan. Karena disaat itulah kita harus siap-siap untuk membuat sebuah hentakan awal, agar kita tidak terlambat start...karena telat sedikit aja akan fatal akibatnya.

Artinya apa dari semua ini....Ya artinya kita harus siap merancakan dan merencanakan apa-apa aja yang harus kita lakukan. Kalau tidak salah ada 3 pertanyaan yang harus dijawab, satu tahun ke depan kita bisa apa?, punya apa?, jadi apa?. Pertanyaan yang selintas kelihatan simple...tapi kalau kita terjemahkan dalam sebuah renstra diri...akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk memikirkannya...

Aku berharap ditahun depan (2009) aku akan mampu menemukan sesuatu yang aku cari, tetap mempunyai semangat untuk belajar. Dan tentunya bisa membahagiakan orang tua (ibu), bisa menyekolahkan ade. Dan tentu terakhir aku pengin jadi manusia yang bisa bermanfaat buat orang lain...amien....

28 Desember 2008

Terbitnya Sinar Pencerahan

Sengaja aku sedikt pelesetkan judul itu, diambil dari artikelnya Pak Gede Prama. Sebenernya judul yang aslinya sendiri adalah “Terbitnya Matahari Pencerahan”. Aku tidak ingin menjelaskan tentang apa isinya artikel tersebut. Karena lebih enak kalau kita baca secara langsung sehingga bisa langsung menangkap pesan yang disampaikan oleh penulisnya.

Kalimat itu yang bisa mewakili kondisiku sekarang. Aku merasa sedikit tercerahkan dengan membaca tulisan-tulisan beliau (Gede Prama). Walaupun ada yang menuduh dia sebagai orang yang “menjual” tema-tema spiritual. Tapi apapun motif dia, yang pasti aku yakin banyak orang yang mendapatkan pencerahan dari tulisan-tulisan Beliau…Dari dia aku sedikit mengenal tentang Dalai Lama pemimpin Tibet yang bisa mencapai kecerdasan spiritual, Deepak Chopra penulis best seller yang banyak menulis tentang makna bahagia secara spiritual. Belum lagi dia sering mengutip ajaran dari filsuf Cina yaitu Cofucius, yang berbicara tentang kebijaksanaan dalam hidup.

Oh iya..ada cerita niy.. tadi malam aku makan di warung tenda pinggir jalan di depan kantor pusat usri di Palembang, bersama ketua tim dan satu temanku, kami siap-siap mengisi perut dengan berbagi menu yang disajikan di tempat itu…Waktu itu aku pesen kwetiau, makanan sejenis mie yang bila dimakan lebih kenyal. Aku mengenal makanan itu belum lama, kira-kira awal tahun 2007 an. Sebenarnya untuk bisa menikmati makanan ini tidak mahal, karena dengan uang sepuluh ribu aja maka makanan yang lezat akan tersaji di depan kita.

Pada saat kuliah jarang sekali aku makan makanan yang seperti itu, karena aku berfikir bahwa kalau makan yang penting kenyang atau dalam bahasa teman saya ( Olis – teman kost ) sing penting wareg, karena itu tidak jarang kita makan cuma dengan lauk gorengan dua, bisa pake mendoan (makanan khas Purwokerto) atau Bakwan….dan tidak tau kenapa, waktu itu yang ada hanya enak dan enak he2.

Sekarang setelah aku kerja dan bisa mencari uang sendiri, dimana aku bisa membeli makanan yang dulu jarang aku makan. Makanan yang dulu harus mikir dua kali untuk sampai membelinya. Dan sekarang nikmat sekali rasanya, ga tau kenapa, ada pemaknaan yang lebih aja ketika aku bisa membelinya. Sambil tak lupa untuk memanjatkan rasa syukur yang amat tak terkira pada Tuhan. Yang telah melimpahkan begitu banyak nikmat. Padahal mungkin apa yang aku nikmati ini, sudah jauh-jauh hari bisa dilakukan oleh anak orang kaya, dan mungkin ketika memakan makanan tersebut hanya sebatas aktivitas yang biasa tanpa menimbulkan kesan apapun….

Mungkin dengan ini aku sepakat apa yang dikatakan Pak Gede bahwa kita harus bersyukur karena dalam hidup aku memulai dari bawah, sehingga ada selalu rasa nikmat-nikmat baru yang yang kita rasakan ketika diberi rizki……Terima kasih Tuhan..Aku bersyukur dengan apa yang sudah Engkau berikan…

22 Desember 2008

Selamat Hari Jadi mu bu…


Sudah hal yang biasa bila tiap tanggal 22 Desember, diperingati sebagai Hari Ibu. Sampai sekarang saya juga belum tau kenapa harus tanggal 22. Berapapun tanggalnya saya pikir itu bukan masalahnya, yang penting adalah sejauh mana makna dari hari ibu itu kita artikan. Saya pikir hari ibu tidak hanya sebatas sebuah peringatan untuk kita peringati setiap tahunnya, tapi setelah itu maknanya hilang tanpa jejak.

Bagi saya hari ibu hanya sebatas momentum, dimana kita bisa menunjukan kecintaan kita sebagai seorang anak terhadap ibunya. Tidak sekedar mengingatkan kalau ibu adalah orang yang telah berjasa mengantarkan kita ke dunia ini, tapi jauh dari itu, ibu adalah seseorang yang telah berjasa membesarkan kita dan juga telah mengenalkan nilai-nilai kebenaran dan kebijaksanaan dalam hidup.

Setiap doa nya laksana mata air yang akan menyinari hati ini dari kekeringan. Semoga di jaman sekarang, peran ibu akan semakin besar dalam membentuk kepribadian anaknya, sehingga akan hadir sebuah generasi yang akan jauh lebih HEBAT dan lebih DAHSYAT dari sebelumnya…....Jadi di saat raga ini jauh dari mu..hanya ini yang bisa aku ucapkan...SELAMAT HARI IBU....

17 Desember 2008

Berfoto dengan menteri

Pengalaman ini aku alami tanggal 13 Desember 2008, malam minggu tepat nya. Waktu dimana aku bisa istirahat sejenak, untuk bisa melepas segala penat yang kurasakan setelah selama 6 hari diriku hidup dengan bergelimangkan data-data dan angka-angka. Saat itu rumah makan mahkota di Palembang menjadi our destination, karena ternyata setelah sekian lama kita berada di Palembang, belum satu pun makanan khas Palembang yang kita cicipi kecuali mpek-mpek.

Kita sempat cari-cari alamat tempat makan tersebut, karena kita tahu itu juga dari salah satu anggota tim kami yang bareng ngaudit, Pak Asmara nama yang biasa ku panggil. Walaupun sempet kesasar dikit, tapi akhirnya kita ketemu juga dengan "warteg" nya Palembang itu. Dan ternyata ga harus ba bi bu nunggu waktu lama, berbagai aneka macam makanan udah tersaji di depan mata kepala ku sendiri....Bayangkan seorang guntur yang mempunyai filosofi hidup tentang dunia makan memakan...ketika berbicara mengenai makanan maka super point nya hanya ada 2 hal, yang pertama makanan itu enak & yang kedua enak sekali he3...makanya jangan heran kalau sewaktu2 melihat penampakan diriku....

Cukup singkat waktu yang dibutuhkan untuk bisa meng upload makanan yang ada di depan kita untuk sesegera mungkin masuk ke perut kami. Pada saat kita bergegas mau pulang, ada fenomena aneh yang aku lihat (bahasa hiperbola he), aku melihat sosok manusia berambut putih, dan aku merasa ga asing lagi dengan dia. Karena dalam setiap pemberitaan yang menyangkut agenda Presiden (terutama kalau lagi ada rapat), pasti dia senantiasa setia di samping Pak Presiden....Ya...Hatta Rajasa namanya, menteri sekertaris negara alumni ITB ini, sebelumnya memang menjabat sebagai menteri Perhubungan, cuma mungkin karena dia weton nya ga bagus, menurut primbon jawa, sehingga saat dia menjabat sering sekali terjadi kecelakaan, baik itu darat, laut & udara, yang akhirnya dia diganti sama Yusman Safii Jamal.

Aku sempet terbengong-bengong sebentar seperti layaknya si Kabayan yang baru datang ke kota, sampai akhirnya aku beranikan diri untuk meminta foto sama dia. Ternyata perlu keberanian lebih juga lho untuk bisa minta berfoto sama beliau. Untung saja karena saat kuliah aku pernah jadi ketua karang taruna di jurusan dan beberapa kali pidato RT mewakili mahasiswa, jadi keberanian itu muncul juga....

Setelah aku memastikan bahwa dia memang "target" ku, dan dia pun telah mengakui kesalahannya bahwa dia memang Hatta Rajasa yang asli, akhirnya aku minta berfoto ma beliau...ya lumayan deg2 an juga siy..walaupun durasinya cuma beberapa detik....tapi waktu yang sebentar itu sudah cukup untuk membuatku menyimpan memory tersebut. Bahkan tak tanggung2, foto hasil jepretan itu langsung aku upload ke fs,...apalagi niatnya kalo bukan somboh he3....maklum baru aku sadari ternyata semenjak dari orok aku sudah punya bawaan penyakit nasris....he3

15 Desember 2008

Umur ku sudah satu tahun


Hari ini tepat satu tahun aku lulus kuliah. Sebenarnya secara de facto (berdasarkan sidang kelulusan) aku lulus tanggal 17 November 2007, tapi secara de yure (berdasarkan waktu wisuda) persis tanggal 15 Desember 2007. Saat itulah aku berhasil mewujudkan mimpi dan cita2ku untuk menjadi seorang sarjana. Tentu hal ini menjadi kado yang tak ternilai harganya bagiku dan juga bagi keluarga dan saudaraku. Tepat dihari wisudaku tidak kurang dari 5 mobil, datang untuk ikut berbahagia walaupun harus jauh-jauh menghampiri Purwokerto (Unsoed Red).

Jujur aku merasa surprise juga, dengan banyaknya saudara, tetangga, dan keluarga yang datang. Itu semua jelas semakin menegaskan kalau aku punya banyak saudara untuk diajak berbagi. Maklum, sebelumnya aku merasa pesimis, tidak banyak yang akan ikut hadir ke acara wisudanya aku, karena aku merasa, setelah ayahku ga ada, sudah semakin sedikit orang atau kerabat yang respect ke keluargaku. Tapi hari itu menjadi pembuktian bahwa aku punya banyak orang untuk diajak berbagi. Dan peristiwa itu semakin melegitimasi bahwa sikap persaudaraan dan kekeluargaan di desa, memang sangat erat dan masih belum pudar walaupun sudah sedikit-demi sedikit tersentuh teknologi dan budaya luar.

Tentu saja aku memaknai proses kelulusanku waktu itu tidak hanya sebatas proses seremonial belaka. Aku coba menelisik lebih jauh apa makna yang terkandung dalam moment istimewa itu. Satu hal yang pasti, saat itu menjadi bukti janjiku pada almarhum untuk bisa lulus tepat waktu dan dengan predikat yang sangat memuaskan. Disaat itu pula, tanggung jawab sebagai ujung tombak keluarga untuk melanjutkan beratnya hidup sudah harus mulai ku pikul. Aku sudah harus berkejaran dengan waktu, untuk bisa mengembalikan kondisi perekonomian keluarga yang sempat goyang akibat biaya pengobatan ayahku yang tidak sedikit. Pada moment itu juga, visi dan misi hidupku sudah mulai harus ku pertaruhkan ditengah arus dunia kapitalisme dan globalisasi yang semakin berkuasa. Banyangkan saja, idealisme ku yang dibangun dengan pundi-pundi keringat kampus, akan mulai diserang virus materialisme.

Sekarang sudah satu tahun tepat setelah aku diwisuda, aku terkadang merasa teraliensi dengan diriku sendiri. Aku merasa diriku terasing dengan dengan paham-paham yang dulu aku pegang erat. Bagimana tidak, saat ini saja hatiku masih selalu gundah untuk memikirkan karier yang akan aku jalani. Tidak jarang aku harus berdesak-desakan untuk berkompetisi mendapatkan satu posisi dalam pekerjaan. Aku kadang merasa sedih dan bersalah, disaat ini aku masih menambah jumlah persaingan untuk memperebutkan dapat pekerjaan yang layak.

Tidak jarang juga aku merasa khawatir dengan masa depanku sendiri. Padahal nyaring betul pesan Pak Mario Teguh yang mengatakan, “kalaupun kita khawatir,pastikan kekhawatiran kita karena tidak bisa berbuat banyak buat orang lain”. Sementara aku masih saja didera khawatir untuk tidak bisa mencukupi diriku sendiri dan keluargaku. Padahal dalam hidup aku merasa ditugasi sama Tuhan untuk bisa berbuat lebih dan bisa berkontribusi banyak. Aku kadang merasa malu, boro-boro bisa berbuat lebih, melihat temanku yang kariernya kelihatan lebih bagus dariku saja aku kadang merasa iri. Betapa egoisnya aku dan betapa naifnya aku.

Tapi apapun itu, aku merasa belum terlambat, aku berharap masih punya waktu untuk berbuat banyak. Masih banyak orang2 terdekatku yang menunggu bantuanku. Semoga aku bisa menjadi “wakil Tuhan” untuk bisa menjawab doa-doa mereka. Aku berharap apapun yang aku lakukan sekarang, bisa mengantarkanku meraih semua…..Semoga

10 Desember 2008

Aku Kehilangan Hari-hari Pentingku

Selama ngaudit di Palembang teaptnya di PT Pusri, memang banyak pengalaman yang aku dapatkan. Tapi dibaik itu aku juga ternyata kehilangan beberapa momen istimewa. Mulai tanggal 6 Desember kemarin, aq tidak hadir di pesta pernikahan teman biasku, euis namanya....Belum lagi hari ini tanggal 10 Desember tepatnya, windi salah satu teman terdekat di Bias Family (Communitas yang kudirikan red) juga menikah. Aku hanya bisa mentipkan doa buat mereka berdua, moga mereka bisa membangun keluarga yang sakinah...Amien. Belum lagi aku kehilangan kesempatan ikut ujian Penerimaan Pegawai. Kebetulan ujiannya tepat hari ini....Memang benar kalau ada yang bilang bahwa kualitas dalam hidup ditentukan oleh pilihan2 yang kita buat. Begitupun aku, telah memutuskan untuk memilih pilihan2 yang sulit.....Semoga apa yang aku pilih tidak salah, dan aku akan dapat merasakan manfaat apa yang aku pilih sekarang...Seperti yang sudah aku lakukan sebelum-sebelumnya...Semoga kali ini aku menemukan hal yang sama..........

04 Desember 2008

Ko Aku Sakit Teruz ya........


Sudah hampir satu bulan aku berada di Palembang......sudah dua kali juga aku terserang penyakit flu...........ga tau kenapa...penyakit itu ko sekarang semakin akrab denganku...apa karena aku sering pulang malam, sudah gitu tidurnya kurang lagi....sudah gitu badanku ga terbiasa dengan asupan suplemen tubuh...ya semakin ter KO kan saja badanku........walaupun aku sering makan, tapi mungkin apa yang aku makan kurang memenuhi kebutuhan gizi yang dibutuhkan badan....maklum, bagiku yang namanya makan adalah wareg oriented he2 (bahasa yg sering disebut sama temanku satu kosku pas di pwto Si Olis namanya). Semoga aku masih diberi kekuatan sama Tuhan untuk bisa melanjutkan tugas ini.........Amien.

11 November 2008

Ultah

Hari ini aku ulang tahun......tapi ulang tahun kali ini, aku ada di Palembang....

06 November 2008

Palembang???


Bulan november ini kayanya aku menemukan banyak hal, salah satunya adalah aku mendapat tugas baru untuk pergi ke Palembang, mengaudit PT PUSRI...Dan disana aku lumayan lama...kurang lebih 4 bulan lamanya aku jadi warga palembang...campur aduk memang perasaanku...di satu sisi aku senang dengan pengalamanku yang baru...tapi disisi lain aku juga aga "bersedih" harus meninggalkan jakarta....jakarta bagiku tempat untuk mengadu nasib..tempat untuk menggantungkan harapan setingi langit...Tentunya aku juga sedih karena harus meninggalkan orang2nya.....Tapi apapun itu..aku berharap ini bisa menjadi tempat yang baik untuk ku belajar menimba ilmu dan menambah pengalaman..aku berprinsip....mumpung masih muda, harus kerja keras dan banyak pengalaman...soal hasil...aku percaya itu akan mengikuti....Oh iya untung di Palembang aku ada saudara..yaitu Ka Toto..jadi nnti aku ga terlalu kesepian disana..Tunggu aku di Palembangmu ka...he3...

28 Oktober 2008

Sudah Lama aku Tidak Posting Disini


Ya seperti itulah....keadaannya...sudah semenjak lama aku tidak lagi menulis posting di blog ini...sebenarnya banyak ide yang bisa ku ungkapkan untuk bisa menjadi sebuah tulisan...tapi ga tau kenapa terkadang ada rasa males yang menyelinap..sehingga menggangu aktifitasku untuk menulis. Setiap pulang kerja..yang kurasakan hanya rasa lelah dan cape...remuk redam rasanya badan ini...

eh iya aku kemarin baca buku lucu deh..klo tidak salah penulisnya namanya Mbot..dia seorang blogger juga..tapi ternyata tulisannya di cetak dalam bentuk buku...pas aku baca ternyata isinya tidak terlalu berat tapi cukup informatif, dan pas baca buku itu..aku ga kuat untuk nahan ketawa...idenya segar dan kadang tidak pernah terpikir oleh kebanyakan orang. Seperti...dia bilang klo bahasa indonesia nya staples/staples/cekrekan/jekrekan atau yg lain lagi..ternyata nama aslinya adalah pengokot, dia bilang, coba klo nama pengokot ini kita gunakan dalam bahasa sehari2 dalam kerja..ex : seorang boz bilang ke bawahannya " gimana data2 dan dokumen yang kemarin sudah dikokotkan he2...

selain itu jg ada hal yang bikin aku termenung..yaitu ketika dia menghitung jumlah jam yang aku habiskan dalam perjalanan ke kantor. Setiap hari aku memang menghabiskan waktu 4 jam (PP). Bila jumlah itu dikali 5 hari, maka dalam seminggu aku menghabiskan waktu 20 jam (hampir sehari) berada di jalan...aku sempet berpikir...wah jangan jangan klo hidupku seperti ini terus...maka bisa diambil rumus : Hidupku = Kerja + Tidur + Perjalanan.....Wah bahaya juga klo terus2an terjebak dalam rutinitas seperti ini terus.....

Yang pasti hal ini jangan berlangsung lama...aku tidak mau banyak waktuku dihabiskan dengan tidak manfaat...Harus ada cara lain untuk mendapatkan sesuatu yang berbeda pula....aku harus bisa...Semoga....

25 September 2008

Akhirnya bisa mudik juga


Mungkin itu kata yang bisa aku ucapkan ketika besok pagi tepatnya hari jumat, aku akan mudik untuk pertama kalinya. Dahulu ketika aku mulai "hijrah" dari rumah untuk studi di Brebes (pas sma) aku pengin banget suatu saat nanti aku bisa mudik ke rumah tapi mudiknya dari Barat (Jakarta) ke Brebes. Momen itu masih belum tercapai pas aku juga kuliah. karena kuliahku ngambil di Purwokerto...itu artinya tiap lebaran tiba...lagi2 aku harus mudik dari Timur (Purwokerto) ke Barat (brebes). Dan itu pasti akan berlawanan arah dengan para pemudik kebanyakan....Aku harus menunggu sampai 4 tahun pas kuliah..sampai akhirnya lulus dan sekarang aku sudah ada di kota Jakarta...kota yang bagi kebanyakan orang dijadikan magnet untuk mencari kehidupan yang lebih baik....Sekarang aku sudah brada di jakarta....di tempat inilah mimpi2 ku yang dulu ku semai...kini mulai aku retas...dan kini untuk pertama kali aku bisa mudik dari Jakarta ke Brebes...Wah ini pasti akan jadi moment pertama yang indah.....

31 Agustus 2008

Janji-ku


Sebenernya aku aga canggung menuluis masalah ini di blog ku...karena walaupun sifatnya blog ini seperti diary, tapi tulisan kita bisa di baca semua orang...Tapi ga apa2 lah...toh ini lah aku adanya...
Masalahnya siy mungkin bagi sebagian org cukup gampang dan simpel....cuma ga tau kenapa bagiku masalah kaya gini kadang aga susah utnuk dipecahkan.....Aku sekarang merasa bimbang, aku merasa berada dipersimpangan, dan aku sebagai nahkoda harus menetukan kemana arah langkahku.....Sebelumnya aku punya peta perjalanan...yang itu sudah ku buat jauh2 hari, sebagai pedoman aku dalam melangkah...di peta kehidupan itu..aku tulis tentang semua impian-impianku...semua targetan-targetanku dalam hidup...Dan di peta itu salah satunya aku punya rencana untuk menikah di usia sekitar 28 atau 29. Dan aku harus mulai ngoyo utk proses pencarianpun di usia 26. Itu udah aku pertimbangkan dengan matang, terkait dengan kondisi keluarga juga, yang secara ekonomi belum stabil benar setelah di tinggal oleh almarhum bapa.

Tapi permasalahannya dipertengahan jalan, aku mengenal beberapa wanita....dan ada beberapa yang bisa membuatku harus memikirkan ulang tentang rencana ku tadi...artinya secara kasarannya aku harus mengkoreksi keinginanku untuk proses mencari di mualai dari sekarang, itu artinya secara waktu aku mempercepat 2 thn.

Cuma pada prosesnya, banyak masalah yang aku hadapin,...aku sebenernya terbiasa dengan berbagai aktivitas yg aku jalani...bahkan selam kuliah aku rasa, aku cukup sukses untuk membagi waktuku, antara untuk belajar, berorganisasi dan bermain....cuma tidak untuk satu hal ini....aku belum teruji sukses untuk membagi konsentrasi kegiatan yang lain dengan kegiatan asmaraku....susah banget aku rasakan dari dulu....dan aku pikir itulah salah satu kendalaku....dalam hidup aku cukup banyak mendapatkan banyak hal (wlpn yg belum trcapai lebih banyak juga). Tapi untuk masalah percintaan...aku mungkin nol besar...aku ga punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Walaupun aku ga pernah merasa minder dan inferior untuk hal itu.

Yang aku bingungkan, jalan apa yang harus aku pilih...Disatu sisi, ego ku ingin sekali terpenuhi...apalagi aku sudah kerja (wlpn belum lebih, tp ckp bwt hidup mah)jd wajar donk klo aku mulai berpikir tentang kebahagiaanku....tapi...klo aku menuruti ego ku....itu mungkin wajar bagi sebagian orang..tapi aku kan bertekad untuk jadi org super dan orang hebat...aku merasa hidupku sudah ditugasi sama Tuhan untuk menjadi manusia yang bermanfaat, dengan bisa membantu kesulitan orang lain. Apalagi sekarang kesulitan itu di alami oleh keluargaku sendiri..Jadi trlalu naif klo aku berpikir untuk mementingkan kebahagiaanku di atas kebahagiaan keluarga....

aku juga sudah bertekad untuk menjadi manusia terbaik dengan memberi manfaat buat org lain....Biarlah sekarang aku gapai dulu semua mimpi2 ku, sampai aku merasa ada waktu yang tepat untuk memulai pencarian lagi...aku juga masih yakin tentang sesuatu..bahwa orang baik hanya akan dijodohkan dengan orang baik...Dan aku juga akan tetap menentukan cut off, kapan aku harus mulai untuk mencari, karena aku juga ga mau di bilang Perjaka tua he3...Biarlah klo ada pun rasa cinta terhadap seseorang, aku akan simpan rapat2. samapai akhirnya aku punya keyakinan dan waktunya tepat untuk bisa mendapatkan dia...maka akan kukejar dia sampai dapat he3.

Aku yakin Tuhan ga tidur ko..., lagian knp aku harus pusingkan masalah yang itu sudah ada yang ngaturnya..tugasku hanya mengkondisikan agar aku menjadi pribadi yang pantas untuk mendapatkan keberuntungan....Dan akhirnya aku harus kembali ke jalan yang benar...jalan yang sudah aku buat, jalan yang bisa membuatku memenuhi janji pada almarhum....semoga...